Bismillah...
Bagi saya kesulitan berkomunikasi dengan Halumi adalah karena dia belum bisa berbicara jelas seperti kita, dia hanya bisa menyampaikan apa yang dirasakan lewat gesture tubuhnya saja dan ocehan yang mungkin hanya dia yang mengerti.
Tapi tidak mudah juga berkomunikasi dengan sesama orang dewasa, sebut saja orang yang terdekat dengan saya yaitu PakSu.
Kalau ditelaah karena dalam satu rumah pastinya akan sering berinteraksi, tapi anehnya sering juga missed communication wkwkwkwk yah itulah contoh nyatanya.
Jadi seperti biasa saya ada unek-unek yang ingin disampaikan ke PakSu tapi selalu maju mundur, tapi ini sudah sangat lama sekali dan sangat mengganjal.
akhirnya berbekal rasa percaya diri bisa berkomunikasi dengan sangat-sangat produktif, saya memberanikan diri.
"Nun, aku mau ngomong"
"Bisanya juga tinggal ngomong"
"Masalahnya ini beda, ini udah lama tapi masih ganjel di hati"
"Ya udah ngomong aja"
"Kamu inget nggak dulu kamu pernah ngomong blaa blaa blaa ke aku?"
*maaf ya blaa blaa blaa di skip hahahahaha biarkan ini saya, PakSu dan Tuhan yang tau tsaaaah...
"Iya inget"
"Sebenernya aku tersinggung sama ucapan kamu, aku sakit hati lah istilahnya. Makanya biar nggak ganjel lagi, aku mau kamu minta maaf soal dua kata itu"


